Rini Istanti

dia seorang perempuan, bermain dengan jiwanya, berperang dengan hatinya, dirinya ada seribu, tetapi nyawanya cuma satu

Cindai February 16, 2007

Filed under: Privat — truerhee @ 10:00 AM

Cindailah mana tidak berkias
Jalinnya lalu rentah beribu
Bagailah mana hendak berhias
Cerminku retak seribu

Mendendam unggas liar di hutan
Jalan yang tinggal jangan berliku
Tilamku emas cadarnya intan
Berbantal lengan tidurku

Hias cempaka kenanga tepian
Mekarnya kuntum nak idam kumbang
Puas ku jaga si bunga impian
Gugurnya sebelum berkembang

Hendaklah hendak hendak ku rasa
Puncaknya gunung hendak ditawan
Tidaklah tidak tidak ku daya
Tingginya tidak terlawan

Janganlah jangan jangan ku hiba
Derita hati jangan dikenang
Bukanlah bukan bukan ku pinta
Merajuk bukan berpanjangan

Akar beringin tidak berbatas
Cuma bersilang paut di tepi
Bidukku lilin layarnya kertas
Seberang laut berapi

Gurindam lagu bergema takbir
Tiung bernyanyi pohonan jati
Bertanam tebu di pinggir bibir
Rebung berduri di hati

Laman memutih pawana menerpa
Langit membiru awan bertali
Bukan dirintih pada siapa
Menunggu sinarkan kembali

Menurutmu apa yang harus ku lakukan sekarang?

Belajar yang rajin, kuliah yang bener, KP, bikin skripsi, gak usah mikir yang macem2, ingat pesan Ibu bulan agustus harus sudah jadi Rhee, S.T.

Kalau sudah jadi Rhee, S.T. apa yang akan harus aku lakukan?

Kerja lah yauww, cari duit! buat nyenengin ibu, bapak, bayar kuliah adek..

Aku pernah bermimpi, aku pergi ke suatu tempat naik perahu kecil (seperti kano), aku melewati suatu tempat yang banyak airnya, bukan laut, tapi sepertinya sungai yang sangat besar dan sangat tenang airnya, apa artinya ini?

Aku tidak tahu, coba kau tanyakan pada rumput ilalang yang bergoyang karena diterpa angin, pasti ia akan menjawab “aku pun tidak tahu karena aku bukan seorang penafsir mimpi”

Ya Allah beri aku kesabaran

Allah berkata, ‘Tidak. Kesabaran didapat dari ketabahan dalam menghadapi cobaan; tidak diberikan, kau harus meraihnya sendiri.’

Ya Allah beri aku kebahagiaan

Allah berkata, ‘Tidak. Kuberi keberkahan, kebahagiaan tergantung kepadamu sendiri untuk menghargai keberkahan itu.’

Ya Allah jauhkan aku dari kesusahan

Allah berkata, ‘Tidak. Penderitaan menjauhkanmu dari jerat duniawi dan mendekatkanmu pada Ku.’

Ya Allah beri aku segala hal yang menjadikan hidup ini nikmat

Allah berkata, ‘Tidak. Aku beri kau kehidupan supaya kau menikmati segala hal.’

Ya Allah bantu aku MENCINTAI orang lain, sebesar cintaMu padaku

Allah berkata… ‘Akhirnya kau mengerti !’

Semoga kamu mendapatkan kebahagiaan yang cukup untuk membuatmu baik hati, cobaan yang cukup untuk membuatmu kuat, kesedihan yang cukup untuk membuatmu manusiawi, pengharapan yang cukup untuk membuatmu bahagia dan uang yang cukup untuk membeli hadiah-hadiah

 

3 Responses to “Cindai”

  1. Rini Says:

    big girl don’t cry!!! cup cup cup.. smile! like this🙂

  2. Thanks for sharing this information. Really is pack with new knowledge. Keep them coming.

  3. Anonymous Says:

    Kok jadi bingung baca td


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s